Saturday, April 11, 2020

3 Cara Efektif Menentukan Besar Pinjaman Modal Usaha


Sebagian besar orang masih ragu untuk memulai usaha karena khawatir tidak memiliki modal ekstra. Keputusan untuk membuka sebuah usaha memang bukan perkara gampang. Anda butuh pemikiran dan niat yang kuat agar usaha bisa berjalan lancar. Bukan berarti Anda harus mengumpulkan banyak modal lebih dulu sehingga tidak berani mencoba tantangan baru. Dengan modal terbatas pun, Anda tetap memiliki peluang untuk mengembangkan usaha. Butuh tambahan dana untuk operasional bisnis, Anda bisa menggunakan pinjaman modal usaha.

Sebaiknya Anda menentukan berapa nilai pinjaman yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial perusahaan. Jangan sampai angsuran dan bunga terlalu besar sehingga membebani biaya operasional usaha setiap bulan. Masih galau? Simak 3 cara menentukan pinjaman modal usaha yang efektif berikut ini!

1. Menentukan tujuan peminjaman

Pastikan Anda menentukan tujuan pinjaman modal untuk pengembangan bisnis. Kalau Anda mau membuat inovasi produk baru, jelas pinjaman yang dibutuhkan lebih besar. Anda harus membuat daftar rencana berisi prioritas penggunaan dana seperti membeli bahan pokok, operasional, promosi, dan lain-lain. Rencana anggaran yang terfokus akan membuat Anda terhindar dari risiko penggunaan dana diluar daftar prioritas. 

2. Menentukan garis waktu yang ditentukan 

Agar pinjaman modal usaha bisa dikelola dengan baik, maka tentukan garis waktu yang Anda butuhkan dalam mencapai target usaha. Taktik perlu Anda terapkan sebagai bentuk strategi jangka panjang agar usaha bisa berkembang pesat. Setidaknya periode usaha tertentu akan membantu Anda dalam menghitung jumlah modal yang dibutuhkan. Misalnya periode-periode yang butuh pendanaan lebih banyak, Anda bisa mengajukan pinjaman modal pada momen tersebut. 

3. Menghitung kebutuhan finansial 

Ada tiga modal yang harus Anda persiapkan dalam membangun sebuah bisnis besar yaitu modal tetap, modal kerja dan modal sumber daya manusia. Modal tetap terdiri dari berbagai peralatan yang Anda butuhkan dan tahan lama selama masa operasional perusahaan, sedangkan modal kerja terdiri dari bahan baku, bahan bakar, barang setengah jadi, dan sebagainya. 

Apakah Anda membutuhkan sumber daya manusia untuk mengelola usaha atau dikerjakan tenaga sendiri? Tentu perusahaan skala besar membutuhkan karyawan untuk mengoperasikan mesin dan mengelola usaha. Anda butuh anggaran rinci mengelola pengeluaran untuk modal tetap, modal kerja dan modal usaha. Jika terjadi kekurangan dana, Anda bisa memikirkan rencana pengajuan pinjaman modal usaha sebagai suntikan dana segar. 

Anda tetap harus memiliki rencana B untuk strategi usaha yang tidak berjalan sesuai rencana. Misalnya arus kas macet yang mengganggu pembayaran angsuran tiap bulan, maka Anda harus punya dana cadangan lain. Agar tidak terjadi resiko beban operasional terlalu besar yang tidak didukung dengan penghasilan pada awal pembentukan bisnis, maka Anda harus memiliki rencana anggaran yang detail. Setidaknya prioritas anggaran akan membantu Anda mengelola pinjaman modal usaha sebaik mungkin dan bisa meminimalisir risiko usaha merugi.

0 comments:

Post a Comment