Monday, December 16, 2019

Kenali Penyebab Nyeri Haid


Semua wanita tentu pernah mengalami nyeri haid, termasuk Kamu. Tahukah Kamu bahwa sebab terjadinya nyeri maupun kram haid itu bisa bermacam-macam? Nyeri haid bisa terasa ringan (nyeri haid yang normal) atau nyeri haid berat (nyeri haid yang berlebihan). Lantas, sudahkah Kamu mengenali penyebab nyeri haidmu? Jika belum, Kamu bisa menyimak informasi penyebab haid sebagai berikut. 

3 Penyebab Nyeri Haid

1. Kontraksi 

Penyebab pertama nyeri haidmu adalah kontraksi. Selama haid berlangsung, terjadi proses kontraksi pada bagian otot dinding rahim dengan begitu kencang. Hal ini disebabkan karena adanya suatu aktivitas peluruhan pada dinding rahim. Kontraksi inilah yang menyebabkan penekanan terhadap pembuluh darah untuk mengelilingi rahim. 

Penekanan terhadap pembuluh darah tersebut menyebabkan terputusnya suplai darah dan oksigen ke dalam rahim. Ketiadaan suplai oksigen inilah yang membuat jaringan rahim melepaskan bahan-bahan kimia untuk memicu nyeri. Adapun bahan kimia yang dimaksud adalah prostaglandin. Bahan kimia yang terkandung pada obat-obatan tersebut sebenarnya dapat memicu kondisi lain seperti mual, diare, lemas dan sakit kepala. 

Cara mengatasi nyeri haid yang berlebihan tersebut dapat Kamu lakukan dengan menempelkan pad terapi hangat pada bagian yang terasa. Kamu bisa memperolehnya di apotek terdekat maupun membelinya di toko online. 

2. Radang panggul

Penyebab nyeri haid lainnya adalah radang panggul. Radang panggul merupakan sebuah infeksi yang terjadi pada bagian panggul.  Gangguan ini menyebabkan inflamasi pada bagian ovarium, rahim dan tuba falopi. Radang panggul dapat menyebabkan nyeri dan kram perut ketika haidmu berlangsung. 

Untuk mengatasi radang panggul, Kamu bisa mengonsumsi obat-obatan yang mengandung zat antibiotik maupun antibiotik penisilin. Kamu bisa mengubungi dokter untuk mendapatkan saran maupun resep lebih lanjut. 

3. Stenosis leher rahim 

Stenosis leher rahim bisa menjadi penyebab nyeri haidmu. Ini adalah suatu pembukaan yang terjadi pada leher rahim dengan skala amat kecil. Pembukaan yang kecil tersebut dapat menghambat aliran darah untuk keluar saat haid berlangsung. Terhambatnya aliran darah terasa begitu menyakitkan. 

Untuk mengatasi stenosis leher rahim, maka Kamu dapat mengonsumsi obat-obatan tertentu dengan resep dokter seperti aspirin, acetaminophen, ibuprofen maupun naproxen berdosis ringan. Kamu juga bisa melakukan injeksi kortikosteroid bila perlu. 

0 comments:

Post a Comment