Sunday, November 24, 2019

Barang Fragile, Tidak Menjadi Masalah Jasa Kurir


Jasa pengiriman barang yang saat ini sudah bisa mengirimkan barang apa saja baik pengiriman dalam negeri maupun dengan tujuan luar negeri juga bisa melakuakn pengiriman untuk barang pecah belah. Namun dalam mengirimkan barang tersebut, tentunya terkadang membuat pihak pengirim khawatir apabila barang yang dikirimkan akan rusak ditengah jalan atau selama proses pengiriman. Oleh karena itu, ada beberapa cara atau prosedur yang bisa anda gunakan untuk meminimalisir atau membuat barang pecah belah yang anda kirimkan tetap aman dan utuh sampai ke tempat tujuan. Bukan hanya dari pihak pengirim saja yang mengantisipasi akan barang pecah belah tersebut, namun dari pihak agen sendiri juga memiliki perlakuan khusus yang yang dilakukan untuk pengiriman barang mudah pecah belah agar tidak mengecewakan pelanggan. Berikut beberapa cara yang dilakoni untuk menjaga barang pecah belah yang dikirimkan tetap aman dan selamat sampai ketujuan. Proses pembungkusan barang pecah belah bisa dilakukan oleh pihak agen, namun anda juga bisa melakukannya sendiri jika ingin memastikan barang tersebut tetap aman. 

Cara membungkus barang pecah belah untuk dikirimkan agar aman:

• Memilih pembungkus paket yang aman dan tidak mudah rusak

Pastikan barang pecah belah yang akan dikirimkan dibungkus dengan pembungus yang aman dan tidak mudah rusak. Hal tersebut untuk menghindari kerusakaan saat barang akan dikirimkan. Barang yang akan dikirimkan otomatis akan ditumpuk oleh pihak pengiriman karena akan dikirim bersama barang lainnya sekaligus. Oleh karean itu, pastikan anda memilih pembungkus yang aman dan tidak mudah rusak agar barang pecah belah milik anda tidak rusak selama proses pengiriman. 

• Gunakan bahan pembungkus yang pas dan solid

Bahan yang digunakan untuk membungkus barang pecah belah tersebut juga harus pas dan solid. Artinya bahan pembungkus yang digunakan tidak boleh mengandung cairan tertentu yang nantinya bisa merusak barang pecah belah tersebut. Juga bahan yang digunakan harus kuat dan tidak mudah robek. Sebab selama proses pengiriman barang akan ditumpuk menjadi satu dalam jangka waktu tertentu. 

• Gunakan bubble wrap untuk double wraping. 

Mengirim barang pecah belah tentu harus mengunakan bubble wrap untuk membungkus barang tersebut agar lebih aman. Bubble wrap digunakan untuk pembungkusan kedua agar barang tidak mengalami kerusakan apabila terjadi pergesekan atau pergeseran sat disimpan dalam kargo pengiriman. Bubble wrap bukan hanya melindungi barang pecah belah tersebut saja tapi juga meminimalisir kerusakan apabila ada benturan dengan paket atau barang lain. 

• Tempelkan sticker “fragile” atau “mudah pecah” 

Selain dari cara membungkusnya yang rapi dan pas, hal yang bisa terlihat saat mengirimkan barang pecah belah adalah dengan menempelkan stiker bertuliskan fragile atau mudah pecah. Pihak agen pengiriman pasti akan mengerti dengan tanda tersebut karena tanda tersebut sudah dikenali sebagai tanda bahwa barang yang bersangkutan adalah barang mudah pecah belah dan harus diperlakukan dengan hati-hati juga. Anda bisa menempelkan sendiri stiker mudah pecah tersebut atau mendapatkannya melalui agen pengiriman tempat anda akan mengirim barang tersebut. 

• Sisakan ruang pada pembungkus barang

Jika anda sudah memasukan barang pada kardus atau kotak barang, pastikan ada ruang yang harus anda sisakan. Tujuan tersebut berguna untuk meredam benturan atau hentakan saat barang dikirimkan atau dipindahkan. Anda bisa mengisi ruang yang kosong tersebut dengan plastic atau Koran sehingga barang yang ada di dalamnya lebih aman. 

0 comments:

Post a Comment