Friday, June 28, 2019

Bisakah Fogging Atasi Nyamuk Demam Berdarah 100%?


Fogging sering dijadikan senjata untuk membasmi nyamuk penyebab demam berdarah. Tapi benarkah aktivitas ini bisa berhasil seratus persen?

Usaha memberantas nyamuk penyebab demam berdarah yang paling sering dilakukan adalah dengan fogging. Tindakan pengasapan ini biasanya dilakukan secara berkala dengan harapan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab demam berdarah bisa dibasmi.

Fogging biasanya dilakukan dengan menggunakan bahan insektisida yang dapat membunuh nyamuk dewasa. Agar upaya ini efektif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Periksa peralatan sebelum digunakan. Bila peralatan dalam kondisi tidak baik dan digunakan dengan cara yang salah, maka upaya ini akan sia-sia.
  • Takaran obat. Penting untuk memperhatikan ketepatan takaran obat yang digunakan agar nyamuk benar-benar mati.
  • Waktu yang tepat. Fogging sebaiknya dilakukan antara pukul 9.00-15.00, saat nyamuk terbangun dari tidurnya. Saat tidur, nyamuk akan bersembunyi dan sulit untuk dibunuh.
  • Persiapkan rumah dan lingkungan. Bukalah pintu-pintu dan jendela-jendela rumah. Bersihkan barang-barang yang tidak terpakai dan pastikan tidak ada pakaian yang tergantung –hal ini bisa menjadi tempat nyamuk bersarang.
Jika dilakukan dengan benar, fogging dapat membantu membasmi nyamuk dewasa penyebab demam berdarah. “Meski demikian, perlu ada upaya lain agar demam berdarah benar-benar dapat dihindari,” kata dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

Upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan menguras dan menutup tempat-tempat penampungan air terbuka, mengubur barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk, dan selalu menjaga kebersihan rumah. Anda juga bisa menanam tanaman pengusir nyamuk dan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

Pada akhirnya, melakukan fogging dapat membantu membunuh nyamuk dewasa penyebab demam berdarah. Selain itu, terapkan beberapa kiat di atas agar Anda terhindar dari penyakit mematikan ini.

Friday, June 21, 2019

Bunda, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi


Ruam popok pada bayi sering ditandai dengan kulit pantat yang kemerahan hingga lecet. Kondisi ini tentunya membuat bayi menjadi tidak nyaman dan sakit yang membuatnya rewel. Karena itulah Bunda, penting bagi orang tua untuk mengenali segala penyebab ruam popok dan bagaimana pula cara mengatasi masalah pada bayi ini dengan tepat. 

Penyebab Ruam Popok

1. Popok Lembab

Penyebab utama ruam adalah kondisi popok yang lembab karena tidak segera diganti setelah urine penuh atau setelah buang air besar. Urine dan tinja yang bercampur dalam popok mengandung bakteri yang bisa membuat kulit pantat iritasi. 

2. Popok Ketat

Penggunaan popok yang terlalu ketat bisa menyebabkan kulit tak bisa bernafas dan bergesekan langsung dengan kulit. Akibatnya kulit bisa mudah teriritasi bahkan lecet. 

3. Infeksi Bakteri atau Jamur

Bagian kulit bayi yang dipakaikan popok cenderung lebih lembab. Kondisi ini bisa menjadi tempat ideal untuk berkembangnya bakteri dan jamur penyebab ruam. 

4. Kulit yang Sensitif

Beberapa bayi memiliki kulit yang sensitif dan rentan terkena eksim atau dermatitis atopik. Kondisi ini bisa menyebabkan ia juga mudah terkena ruam popok. 

5. Iritasi Produk Kebersihan Bayi

Beberapa produk untuk bayi ternyata kurang aman dan bisa menyebabkan ruam pada kulit misalnya seperti sabun, lotion, baby oil, krim, tissue basah, hingga detergent pencuci baju. 

Cara Mengatasi Ruam Popok
  1. Cucilah tangan dengan sabun hingga bersih sebelum mengganti popok atau menyentuh kulit bayi. 
  2. Segera ganti popok yang sudah lembab atau terkena kotoran agar bakteri tidak berkembang. 
  3. Gunakanlah produk-produk khusus bayi yang hypoallergenic dengan pH netral agar kulit tidak mudah teriritasi. Gunakan pula sabun cuci pakaian bayi yang lebih sedikit meninggalkan residu bahan kimia aktif pada popok kain atau celana bayi sehingga kulitnya aman dari iritasi. 
  4. Gunakan popok sekali pakai dengan ukuran yang lebih besar agar tidak ketat dan bergesekan dengan kulit bayi. 
  5. Jangan menggosok kulit bayi yang sudah terkena ruam. 
  6. Hentikan pemakaian popok saat kulit bayi ruam sementara waktu. 
  7. Bersihkan area pantat bayi dengan air dan sedikit sabun mandi bayi antibakteri untuk membunuh kuman penyebab ruam. 
  8. Gunakan krim popok seperti Sleek Diaper cream yang bisa melindungi kulit dari gesekan. Oleskan pada area yang tertutup popok dan tunggu hingga kering, baru kemudian pakaikan popoknya.