Monday, May 20, 2019

Menghitung Usia Kehamilan Secara Akurat


Usia kehamilan sangat beguna untuk melakukan berbagai terapi dan mengatur diet nutrisi. Selain itu dengan mengetahui usia kehamilan dapat menentukan hari perkiraan lahir. Kali ini kita akan membahas cara menghitung usia kehamilan dengan berbagai metode secara akurat.

Usia Kehamilan
Usia kehamilan (gestational age) adalah panjangnya waktu kehamilan yang dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir yang dinyatakan dalam satuan minggu dan hari. Setiap minggu mewakili fase-fase dalam perkembangan janin, sehingga mengetahui usia kehamilan dapat membantu menentukan perlakuan apa yang harus dilakukan.

Usia kehamilan juga berguna untuk menentukan nutrisi apa yang harus diberikan kepada ibu. Berbagai resiko komplikasi dan kemungkinan buruk yang dapat terjadi di setiap tahapan kehamilan dapat diminimalisir. Ada beberapa cara menghitung usia kehamilan secara akurat yang bisa Anda lakukan, berikut pembahasannya.

Metode Kalender
Usia kehamilan dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT). Jadi, hari pertama kehamilan mengacu pada tanggal dimana hari pertama haid terakhir kali. Perhitungan ini didasarkan asumsi bahwa konsepsi atau pembuahan terjadi pada hari ke-14 dari siklus menstruasi, atas dasar inilah hari pertama kelahiran ditentukan berdasarkan HPHT.

Perhitungan hari perkiraan lahir (HPL) dapat dihitung dengan mengacu pada HPHT dengan cara berikut ini. Misal HPHT Anda tanggal 12 agustus 2019, maka untuk mAndapatkan HPL dapat dihitung dengan cara tanggal ditambah 7, bulan dikurangi 3 dan tahun ditambahkan 1. Secara matematis (12+7), (8-3) dan (2019+1) maka hasilnya 19, 5, 2020.

Berdasarkan perhitungan tersebut HPL Anda jatuh pada tanggal 19, bulan 5 (Mei) pada tahun 2020. Namun metode ini memiliki kekurangan, seperti tidak semua orang mengingat HPHT, siklus haid tidak selalu normal (28 hari), dan waktu ovulasi setiap orang pun berbeda-beda.

Metode USG
Penghitungan usia kehamilan dengan USG memiliki akurasi yang lebih baik dibandingkan metode kalender. Hal ini disebabkan karena penghitungan usia kehamilan dengan USG dilihat berdasarkan perkembangan janin, bukan dari HPHT atau waktu ovulasi yang sifatnya relatif.

Pemeriksaan USG dilakukan dengan dua cara, yaitu USG transvaginal dan USG abdomen. USG transvaginal biasanya dilakukan pada masa awal kehamilan (usia kehamilan 6-12 minggu) melalui jalan lahir, guna memeriksa keberadaan dan mengukur diameter kantong janin. Sedangkan USG transabdominal dilakukan untuk melihat tumbuh kembang janin.

Menghitung Tinggi Puncak Rahim
Metode ini didasarkan pada jarak tulang kemaluan sampai dengan bagian puncak rahim (fundus uteri) yang menonjol di perut. Hal ini dapat Anda lakukan sendiri di rumah dengan bantuan pita ukur (usia kehamilan labih dari 22 minggu) atau dengan perabaan (palpasi). Akurasi metode ini dapat meningkat jika dilakukan oleh dokter atau bidan.

Usia kehamilan sama dengan panjang jarak antara tulang kemaluan ke puncak rahim. Misal, jarak dari tulang kemaluan sampai ke rahim adalah 29 cm. Maka, usia kandungan Anda saat itu adalah 29 minggu. Semakin jauh jaraknya maka usia kehamilan juga semakin tua.

Beberapa cara menghitung usia kehamilan yang sudah dijelaskan di atas dapat Anda lakukan untuk mengetahui usia kehamilan secara akurat. Semoga informasi ini bermanfaat dan kehamilan Anda berjalan dengan lancar. Berbagai informasi septar kehamilan dan parenting dapat Anda baca di Orami Magazine dengan mengunjungi laman orami.co.id.

0 comments:

Post a Comment