Saturday, April 6, 2019

Bengkel Online vs Offline


Perkembangan teknologi tak dipungkiri juga berdampak luas pada berubahnya layanan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh konkretnya, dulu untuk naik ojek harus ke pangkalan dan dihargai mahal tergantung pengendara, kini sudah ada layanan online yang lebih murah dan terjaga kenyamanan serta keamanan kita sebagai penumpang. Lapar tapi malas keluar rumah juga tinggal pesan melalui aplikasi.

Layanan yang memanjakan pengguna ini juga tak hanya sebatas urusan perut dan jalan-jalan saja. Beberapa tahun terakhir, pengembang lokal juga sudah mulai mengembangkan aplikasi otomotif yang dapat membantu masyarakat yang kesusahan atau memerlukan bantuan perbaikan. Cukup buka aplikasi, cari layanan otomotif yang diinginkan, montir pun datang dalam sekejap. Namun benarkah layanan yang kerap disebut bengkel online ini sangat menguntungkan dan mempermudah kita?

Jika dilihat di PlayStore untuk pengguna ponsel pintar berbasis Android, ada sekitar puluhan aplikasi bengkel online yang dapat dipilih. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan layanan perbaikan motor atau mobil di rumah, tanpa kita sebagai pemilik harus pergi mendatangi lokasi bengkel. Mudah dan simpel memang, tapi tentunya ada beberapa kekurangan yang dimiliki layanan ini. Misalnya kelengkapan peralatan hingga spare parts.

Kalau dihitung-hitung, meskipun montir melayani panggilan ke rumah, tentunya ada peralatan yang tidak dapat dibawa. Padahal seringkali kerusakan tidak kita ketahui secara pasti. Belum lagi masalah spare parts yang harus diganti, apakah montir yang dipanggil memiliki stok selengkap di bengkel biasa? 

Apalagi jika masalah terjadi pada ban. Habis diganti atau velg diatur lagi kepresisiannya, tentu ban dalam harus diberi angin seperti semua yang akan lebih optimal jika menggunakan mesin kompresor. Jika hanya pakai pompa manual, tentu akan berbeda hasilnya.

Keberadaan bengkel offline atau konvensional memang tidak dapat tergantikan. Kelengkapan fasilitas dan spare parts akan memudahkan proses perbaikan kerusakan pada kendaraan. Apalagi jika dilihat secara peluang, kolaborasi antara kedua jenis bengkel ini justru dapat menguntungkan. Bukankah akan semakin menguntungkan jika pemilik bengkel offline juga memberikan layanan online untuk semakin menggaet pelanggan? 

Hal ini bisa dipikirkan, mengingat di sisi lain kebutuhan masyarakat akan bengkel online juga cukup tinggi. Khususnya pengguna dari kalangan perempuan yang rata-rata tidak begitu paham masalah perbaikan kendaraan. Bayangkan jika sepeda motor mogok di pinggir jalan dalam kondisi panas terik dan tidak mengetahui secara pasti bengkel terdekat? 

Bengkel online menawarkan banyak kemudahan, tentunya juga harus dikembangkan lebih baik lagi agar hasilnya dapat lebih optimal dalam membantu pengendara yang kesusahan. Aplikasi canggih saja tidak cukup jika tidak dikelola dengan baik, bukan? Nah, lebih baik lagi jika aplikasi bengkel online dapat merangkum kebutuhan pengendara dengan menambah lagi daftar bengkel yang dapat jadi rujukan ketika kondisi darurat.

0 comments:

Post a Comment