Wednesday, April 10, 2019

Apa Sih Perbedaan Mastitis Payudara dengan Kanker Payudara?


Anda mungkin panik saat merasakan kejanggalan pada payudara Anda. Ruam yang diikuti rasa nyeri saat payudara di tekan, tak jarang dikaitkan dengan gejala kanker payudara. Padahal, bisa saja kondisi itu terjadi karena mastitis payudara atau infeksi payudara. Agar tak buru-buru mengambil kesimpulan terburuk, Anda perlu tahu perbedaan mastitis dengan kanker payudara. 

Penyebab dari Mastitis dan Kanker Payudara
Mastitis merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan payudara. Biasanya, mastitis dialami oleh ibu yang sedang menyusui. Penyebab mastitis beragam, ada yang disebabkan karena tersumbatnya kelenjar susu, serta proses menyusui yang tak lancar sehingga ASI terjebak dalam payudara. Selain itu, masuknya bakteri saat bayi menyusu dalam keadaan puting terluka, juga bisa memicu mastitis.  

Berbeda dengan mastitis, kanker payudara bukan terjadi karena adanya infeksi bakteri, namun karena berkembangnya sel payudara dengan tidak normal. Sel-sel ini akan mengungguli jumlah sel yang sehat, sehingga menyebabkan terjadinya benjolan. Kanker payudara bisa disebabkan karena faktor keturunan, gaya hidup tidak sehat, serta lingkungan sekitar Anda yang buruk. 

Perbedaan Gejala antara Mastitis dengan Kanker Payudara
Gejala mastitis sering dianggap mirip dengan gejala yang ditimbulkan oleh kanker payudara terinflamasi. Akibatnya, Anda mungkin bisa menyalahartikan gejala mastitis dengan gejala kanker payudara terinflamasi. Namun, jika Anda lebih teliti lagi, akan ditemukan perbedaan antara gejala yang ditimbulkan oleh dua penyakit berbeda ini. 

Mastitis payudara diikuti dengan gejala yang lebih sedikit dibandingkan dengan kanker payudara terinflamasi. Anda mungkin merasa payudara membengkak, serta terasa nyeri saat ditekan. Selain itu, pada permukaan payudara akan terlihat ruam kemerahan yang berbentuk potongan-potongan kecil. Anda akan merasa sakit saat menyusui, disertai dengan panas tubuh yang turun naik. 

Bagi penderita kanker payudara terinflamasi, ruam kemerahan yang timbul berbentuk seperti gigitan serangga. Tekstur permukaan payudara akan berubah seperti kulit jeruk dan terasa sangat gatal. Pembengkakan yang terjadi meliputi hampir sepertiga payudara. Semua gejala ini diikuti dengan pembengkakan kelenjar getah bening di bagian bawah ketiak atau dekat tulang selangka. 

Penanganan yang Berbeda untuk Mastitis dan Kanker Payudara
Mastitis dan kanker payudara adalah dua penyakit berbeda, oleh karena itu cara penanganannya pun berbeda pula. Mastitis bisa diobati dengan mengonsumsi antibiotik khusus yang diresepkan dokter. Berbeda dengan mastitis, sel kanker takkan hilang karena antibiotik. Kemoterapi dan pengangkatan payudara merupakan dua opsi yang sering dipilih untuk membasmi sel kanker. 

Kenali bagian tubuh Anda, khususnya payudara, dengan baik agar Anda bisa mencegah terjadinya mastitis payudara serta kanker payudara sedini mungkin. Anda bisa bertanya pada dokter di orami.co.id, tentang tindakan preventif yang bisa Anda lakukan agar tak terjangkiti dua penyakit tersebut. Selalu jaga kesehatan tubuh Anda, agar bisa terhindar dari segala jenis penyakit.  

Saturday, April 6, 2019

Bengkel Online vs Offline


Perkembangan teknologi tak dipungkiri juga berdampak luas pada berubahnya layanan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh konkretnya, dulu untuk naik ojek harus ke pangkalan dan dihargai mahal tergantung pengendara, kini sudah ada layanan online yang lebih murah dan terjaga kenyamanan serta keamanan kita sebagai penumpang. Lapar tapi malas keluar rumah juga tinggal pesan melalui aplikasi.

Layanan yang memanjakan pengguna ini juga tak hanya sebatas urusan perut dan jalan-jalan saja. Beberapa tahun terakhir, pengembang lokal juga sudah mulai mengembangkan aplikasi otomotif yang dapat membantu masyarakat yang kesusahan atau memerlukan bantuan perbaikan. Cukup buka aplikasi, cari layanan otomotif yang diinginkan, montir pun datang dalam sekejap. Namun benarkah layanan yang kerap disebut bengkel online ini sangat menguntungkan dan mempermudah kita?

Jika dilihat di PlayStore untuk pengguna ponsel pintar berbasis Android, ada sekitar puluhan aplikasi bengkel online yang dapat dipilih. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan layanan perbaikan motor atau mobil di rumah, tanpa kita sebagai pemilik harus pergi mendatangi lokasi bengkel. Mudah dan simpel memang, tapi tentunya ada beberapa kekurangan yang dimiliki layanan ini. Misalnya kelengkapan peralatan hingga spare parts.

Kalau dihitung-hitung, meskipun montir melayani panggilan ke rumah, tentunya ada peralatan yang tidak dapat dibawa. Padahal seringkali kerusakan tidak kita ketahui secara pasti. Belum lagi masalah spare parts yang harus diganti, apakah montir yang dipanggil memiliki stok selengkap di bengkel biasa? 

Apalagi jika masalah terjadi pada ban. Habis diganti atau velg diatur lagi kepresisiannya, tentu ban dalam harus diberi angin seperti semua yang akan lebih optimal jika menggunakan mesin kompresor. Jika hanya pakai pompa manual, tentu akan berbeda hasilnya.

Keberadaan bengkel offline atau konvensional memang tidak dapat tergantikan. Kelengkapan fasilitas dan spare parts akan memudahkan proses perbaikan kerusakan pada kendaraan. Apalagi jika dilihat secara peluang, kolaborasi antara kedua jenis bengkel ini justru dapat menguntungkan. Bukankah akan semakin menguntungkan jika pemilik bengkel offline juga memberikan layanan online untuk semakin menggaet pelanggan? 

Hal ini bisa dipikirkan, mengingat di sisi lain kebutuhan masyarakat akan bengkel online juga cukup tinggi. Khususnya pengguna dari kalangan perempuan yang rata-rata tidak begitu paham masalah perbaikan kendaraan. Bayangkan jika sepeda motor mogok di pinggir jalan dalam kondisi panas terik dan tidak mengetahui secara pasti bengkel terdekat? 

Bengkel online menawarkan banyak kemudahan, tentunya juga harus dikembangkan lebih baik lagi agar hasilnya dapat lebih optimal dalam membantu pengendara yang kesusahan. Aplikasi canggih saja tidak cukup jika tidak dikelola dengan baik, bukan? Nah, lebih baik lagi jika aplikasi bengkel online dapat merangkum kebutuhan pengendara dengan menambah lagi daftar bengkel yang dapat jadi rujukan ketika kondisi darurat.