Thursday, December 27, 2018

Go-Jek Disebut-sebut Bakal Suntik Dana ke JD.ID


JD.ID sebagai e-Commerce patungan antara perusahaan Tiongkok JD.com dengan perusahaan lokal disebut-sebut tengah membicarakan kemungkinan suntikan dana terbaru dari Go-Jek.

Mengutip laporan KR-Asia, Go-Jek kabarnya akan berinvestasi senilai USD 100 juta di JD.ID. Jika Go-Jek benar-benar berinvestasi di JD.ID, e-Commerce ini bakal memiliki nilai valuasi sekitar USD 1 miliar atau setara Rp 14,4 triliun dan menyandang status sebagai unicorn.

Saat ini, Indonesia telah memiliki empat startup unicorn yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Sejauh ini, kabar mengenai investasi ini belum terkonfirmasi. Pihak Go-Jek sendiri belum memberikan komentar atas kabar ini. Namun demikian jika terbukti kemitraan Go-Jek dan JD.com di Indonesia akan makin meluas.

Pasalnya, raksasa e-Commerce Tiongkok itu pernah menginvetasikan USD 100 juta yang masuk dalam putaran pendanaan seri E Go-Jek senilai USD 1,5 miliar.

Berdasarkan sumber yang dikutip dari The Information, bila itu terjadi, maka Go-Jek dan JD.ID mempertimbangkan aplikasi Go-Jek bisa tertaut langsung ke situs belanja JD.ID. Laporan yang sama menyebut, Go-Jek berencana untuk mengakuisisi saham mayoritas bisnis logistik Indonesia yang sebagian dimiliki oleh JD.com melalui JD Logistic.

Untuk diketahui, JD.ID mulai beroperasi di Indonesia pada November 2015. Tak hanya e-Commerce, kini perusahaan juga menyediakan layanan pengiriman ke 365 kota di Indonesia untuk produk yang dipesan dari JD.ID.

Sekadar informasi, JD.ID merupakan situs e-Commerce patungan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh JD.com dan sisanya dimiliki oleh Provident Capital, perusahaan investasi regional yang berafiliasi dengan konglomerat Indonesia.

Laporan itu menyebutkan, Go-Jek kemungkinan akan masuk ke JD.ID sebagai pemegang saham terbesar kedua dan mengakuisisi beberapa saham milik Provident Capital.

Rencananya, investasi Go-Jek untuk JD.ID datang saat pasar e-Commerce Indonesia diperkirakan naik delapan kali lipat sejak 2002 hingga 2017. Laporan McKinsey per Agustus menyebut, tahun lalu, pasar e-Commerce Indonesia bernilai USD 8 miliar.

0 comments:

Post a Comment